Kamis, September 01, 2016

TENGOK JAMNAS KE-10


Ikut Jamnas? Itu impian saya dulu ketika masih aktif di kepramukaan. Tapi impian itu tak kesampaian lantaran tak ada kesempatan. Dulu ketika saya kelas 3 SMP aku ikut Jamda V di Boyolali tahun 1983. Jadi tak ada harapan untuk ikut Jamnas. Tapi keinginan untuk tidur berkemah di Cibubur akhirnya menjadi kenyataan, ketika tanggal 18 Agustus 2016 kemarin saya dan Pak Joko Pitoyo sepakat menengok anak-anak didik kami ikut Jamnas di Cibubur. 
Kami berangkat dari Pekalongan hari Kamis, 18 Agustus 2016 jam 09.30 naik KA Menoreh. Sedianya kami mau turun di Jatinegara. Tetapi karena ada pengembalian tiket 50% akibat KA macet selama 1 jam di Cirebon, kami jadi turun di Stasiun Pasar Senen. Dari Senen pk. 16.30 kami naik bajaj ke Cibubur. Sedianya mau naik Taksi, tapi nunggu taksi kosong lama juga. Wah, ternyata jauh juga ya Cibubur dari Senen. Sampai di Cibubur pk 19.30. Rasanya senang sekali sampai di tempat idaman. Setelah kontak dengan Pak Aris, kami dijemput di pintu gerbang. Cibubur ternyata luas juga. tertata rapi. Pantaslah buat kemah tingkat nasional.

TENGOK JAMNAS KE-10


Ikut Jamnas? Itu impian saya dulu ketika masih aktif di kepramukaan. Tapi impian itu tak kesampaian lantaran tak ada kesempatan. Dulu ketika aku kelas 3 SMP aku ikut Jamda V di Boyolali. Jadi tak ada harapan untuk ikut Jamnas. Tapi keinginan untuk tidur berkemah di Cibubur akhirnya menjadi kenyataan, ketika tanggal 18 Agustus 2016 kemarin saya dan Pak Joko Pitoyo sepakat menengok anak-anak didik kami ikut Jamnas di Cibubur. 

Kami berangkat dari Pekalongan hari Kamis, 18 Agustus 2016 jam 09.30 naik KA Menoreh. Sedianya kami mau turun di Jatinegara. Tetapi karena ada pengembalian tiket 50% akibat KA macet selama 1 jam di Cirebon, kami jadi turun di Stasiun Pasar Senen. Dari Senen pk. 16.30 kami naik bajaj ke Cibubur. Sedianya mau naik Taksi, tapi nunggu taksi kosong lama juga. Wah, ternyata jauh juga ya Cibubur dari Senen. Sampai di Cibubur pk 19.30. Rasanya senang sekali sampai di tempat idaman. Setelah kontak dengan Pak Aris, kami dijemput di pintu gerbang. Cibubur ternyata luas juga. tertata rapi. Pantaslah buat kemah tingkat nasional.

Rabu, Mei 04, 2016

WORKSHOP PROGRAM KEMITRAAN

Sebagai tindak lanjut dari program kemitraan yang telah dilaksanakan di akhir Desember 2015 kemarin adalah workshop. Workshop dilaksanakan mulai tgl 24 - 26 April 2016 di  Hotel Clarion Makassar. Pada workshop tersebut dibahas,  program yang akan dilaksanakan selama satu semester pertama pada tahun pelajaran 2016/2017. Nantinya sekolah mitra akan mengunjungi sekolah imbas selama seminggu di bulan September 2016 untuk memonitoring pelaksanaan program tersebut. Itu artinya saya akan bertemu kembali dengan  teman-teman di SMP Negeri 11 Kec.Wanasari Kab.Boalemo Prov. Gorontalo. Alhamdulillah....

Di akhir workshop kami menyempatkan mengunjungi beberapa tempat di Makassar. Pertama Pantai Losari dengan masjid apungnya, kedua Taman Nasional Kupu--kupu di Bantimurung dan ketiga Benteng Rotterdam. Berikut ini adalah foto-foto dokumentasi perjalanan di Makassar.

Makassar sungguh elok...Ya Allah..berilah aku kesempatan untuk kembali ke Makassar bersama keluarga.

Berangkat 24 April 2016  :  Bandara  Ahmad Yani Semarang - Jakarta - Makassar 

Hotel Clarion di malam hari

Bertemu dengan teman-teman dari Gorontalo


Hari terakhir, 26 April 2016 di Taman Nasional Kupu-kupu Bantimurung

Air terjun di Taman Nasional, airnya..sueger tenan.... pengin mandi tapi sudah sore...

Mejeng di Pantai Losari, 27 April 2016

Pantai Losari dengan latar belakang Masjid Apung Amirul Mukminin

Benteng Rotterdam di hari terakhir 27 April 2016

Sisi dalam Benteng Rotterdam

Bersama teman di atas tembok benteng 

Pulang 27 April 2016 : Makassar - Surabaya - Semarang, 

Alhamdulillah selamat sampai di rumah....


Rabu, Maret 09, 2016

SILATURAHMI KE WATES

Salah satu perjalanan penting di awal bulan Pebruari 2016 kemarin adalah silaturahmi ke Wates dengan ibunda tercinta. Tepatnya hari Sabtu tanggal 6 Pebruari 2016, saya, isteri, ibu dan 2 adikku berangkat dari Pekalongan menuju Wates Kulonprogo DIY pk. 13.30 WIB. Ini adalah perjalanan penting, karena bersama Ibu yang sudah sekian lama (8 tahunan sejak ayah meninggal) tak ketemu besan. Maklum sama-sama sudah sepuh, jadi sulit untuk berpergian jauh. Tapi kali ini Alhamdulillah, kami semua sehat wal afiat.
Kepergian kami ke Wates sebenarnya untuk menengok Dik Tiwi yang barusan opname usus buntu. Tiga hari sebelum berangkat saya menawarkan kepada Adik dan Ibu barangkali mau ikut. Alhamdulillah mereka antusias untuk ikut. Maka jadilah kami berlima naik Jazz ke Wates, via Limpung - Tersono - Sukorejo - Parakan - Magelang dan Wates. Perjalanan yang cukup lama, karena diiringi guyuran hujan yang cukup deras. Sampai di Wates pk. 20.00 WIB.

Senin, Desember 28, 2015

KEGIATAN STUDI BANDING KE GORONTALO


Salah satu pengalaman berkesan di penghujung tahun 2015 adalah kegiatan kemitraan/Studi Banding Kepala Sekolah tingkat nasional. Sebanyak 750 KS (SD, SMP, SMA dan SMK) dari daerah yang sudah maju dipertukarkan dengan 750 KS dari sekolah daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal). Kegiatan ini diawali dengan dipertemukannya kami secara berpasangan di Jakarta pada awal Desember 2015 untuk membahas  program yang akan dikerjakan bersama. Tentu setiap pasangan sekolah akan mempunyai fokus program yang berbeda dengan pasangan sekolah lain, sesuai kebutuhan.

Pada kesempatan ini saya bertukar tempat dengan Pak Endro Juono, S.Pd, Kepala SMP Negeri 11 Satap Wanasari, Kab. Boalemo, Prov.Gorontalo. Selama 10 hari, mulai 12 - 21 Desember 2015, Pak Endro Juono, ke SMP 2 Pekalongan untuk mempelajari ekosistem di SMP 2, sedangkan saya mendampingi guru-guru di SMP 11 Satap Wanasari dalam hal peningkatan mutu . Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi dan membantu peningkatan mutu sekolah di daerah 3T.

Bagi saya ini adalah kegiatan yang sangat berharga sekali. Karena manfaat dari kegiatan ini adalah saya dapat mengetahui dengan mata kepala sendiri perkembangan pendidikan di daerah 3T. Cerita tentang kegiatan selama studi banding di SMPN 11 Satap Wanasari akan saya sampaikan tahun depan karena ceritanya sangat  panjang.

Kamis, September 24, 2015

PENGALAMAN NAIK KRL

Kalau Pembaca belum pernah naik KRL dari stasiun Bogor ke Stasiun Pasar Senin, cobalah simak cerita saya ini. Mudah-mudahan cerita saya ini bisa memberikan sedikit gambaran sehingga Pembaca tidak bingung.
Kamis, 24 September 2015 saya pulang ke Pekalongan sehabis menengok anak yang kuliah di IPB. Rencananya naik kereta dari Stasiun Pasar Senin. Tiket sudah saya beli 2 minggu sebelumnya. Berangkat dari Bogor naik KRL yang langsung jurusan stasiun Jatinegara. Kenapa demikian? Karena KRL inilah yang akan lewat Stasiun Pasar Senin. Tepat pk. 15.30 WIB KRL berangkat dari stasiun Bogor dengan membawa penumpang yang tidak banyak. Meski demikian  tetap saja saya tidak kebagian tempat duduk.

Kamis, September 03, 2015

75 Th Usia Ibunda

Hari ini, Kamis, 3 September 2015 adalah hari ulang tahun ibunda yang ke-75. Merupakan suatu kebahagiaan bagi anak cucu, melihat ibunda diusianya yang ke-75 dalam keadaan sehat wal afiat. Untuk itulah, pada hari ini, seusai sholat Magrib, kami anak cucu mengadakan tasyakuran atas karunia Allah ini. Syukuran diawali dengan tadarus bersama dilanjut dengan doa dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada ibunda.
Namun demikian rasanya ada  yang kurang di acara tasyakuran kali ini, 3 cucu beliau Milla, Ririn dan Dina tidak dapat hadir karena mereka sedang studi di luar kota. 

Minggu, Agustus 30, 2015

KEBAHAGIAAN SI SULUNG

Suatu sore, anakku mbarep telpon...
"Pak, hari ini aku bahagia sekali......Coba Bapak tebak kenapa?"
"Nilaimu yang bagus....?"
"Bukan itu...."
"Habis, apa...? Adakah yang lebih berarti ...?"
"Aku diangkat menjadi asisten dosennya Bu Tari!"
"Alhamdulillah....Selamat ya Sayang....itu sebuah kepercayaan yang harus kamu jaga......"
"Ya Bapak...terima kasih.. "

Begitulah awal percakapan dengan si mbarep, Milla. Selanjutkan kami berbincang-bincang tentang tugas barunya membantu Bu Tari di gedung Pasca Sarjana UMS. Sebenarnya anak saya Milla sudah cukup lama menjadi asisten dosen di bagian OBI (Observasi dan Interview) bersama temannya yang lain. Selama itu pula dia sangat menikmati pekerjaannya sebagai asisten. Tapi kali ini, kepercayaan dosennya memilih dia menjadi asisten tahun ini diluar dugaan dan sangat membanggakan.