Kamis, September 19, 2013

SEKOLAH BERKARAKTER

Dalam berbagai kesempatan, saya sering mendapat pertanyaan  sekolah berkarakter itu yang bagaimana? Maka melalui blog ini saya akan mencoba sedikit menjelaskannya.
Pada dasarnya, semua sekolah berkarakter karena semua sekolah pasti mengembangkan kemampuan anak untuk mengambil keputusan apakah sesuatu itu baik atau tidak, lalu memelihara yang baik dan mempraktikkannya dalam keseharian dengan sepenuh hati. Hanya saja seperti orang bikin kopi, ada yang encer dan ada yang kental. Demikian pula dengan sekolah berkarakter. Ada sekolah yang getol sekali mengobarkan panji-panji kejujuran dan kedisiplinan serta tanggung jawab, tetapi tidak sedikit sekolah yang santai-santai saja dalam hal itu. Bahkan mungkin tidak sedikit sekolah yang justru menunjukkan kejahiliyahannya dengan cara mengobarkan semangat ketidakjujuran seperti yang diliput oleh media dalam UN tahun lalu.
Lantas, karakter apa yang dikembangkan oleh sekolah dan bagaimana caranya? untuk itu silakan Anda download di sini. Anda akan mendapatkan penjelasannya. Selamat membaca.

Di bawah ini adalah gambaran implementasi sekolah berkarakter di SMP Negeri 6 Pekalongan

Pagi ketika anak-anak datang, Bapak dan Ibu Guru Piket bergiliran setiap hari menyambutnya dengan penuh keramahan. Jabat tangan dan salam sapa menghias di bibir mereka. Inilah implementasi karakter BERSAHABAT/KOMUNIKATIF.

Setibanya di kelas, jam 06.55  mulai berdoa dan tadarus bersama yang dipimpin oleh beberapa siswa dari TU. Suara yang syahdu mengalun menelusuri lorong-lorong kelas melalui speaker masing-masing kelas. Implementasi karakter RELIGIUS.
Ketika anak-anak pulang, giliran teman-teman Staff TU melepasa kepulangan mereka dengan jabat tangan dan selipan pesan " Hati-hati ya...". Dengan kata-kata ini anak-anak akan merasa lebih tenang di jalan. Inilah implementasi karakter BERSAHABAT/KOMUNIKATIF










Karakter DEMOKRATIS, ditunjukkan oleh warga sekolah salah satunya dengan melakukan pemilihan ketua OSIS. Kerjasama dengan KPU menghiasi indahnya/semaraknya suasana pemilihan. Pemilihan disetting seperti pemilihan Gubernur. Pemilihan diawali dengan orasi para calon ketua OSIS. Tampak anak-anak senang melakukannya.





Karakter PEDULI SOSIAL senantiasa dilakukan pada event-event tertentu diantaranya adalah ketika siswa akan melaksanakan Ujian Nasional.  Seusai Istighosah, siswa kelas 9 dibantu pengurus OSIS membagikan sembako kepada abang becak di sekitar sekolah.






Karakter MENGHARGAI PRESTASI ditunjukkan oleh warga sekolah dalam menyambut sang juara. Kali ini kedatangan sang juara OSN IPS tingkat nasional peraih perunggu, disambut dengan bahagia oleh anak-anak dan Bpk/Ibu guru serta pengurus OSIS.


Menghargai Prestasi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan manakala terdapat siswa yang berprestasi. Seperti juara POPDA tahun 2013 kemarin. Kepala Sekolah mengalungkan medali pada saat upacara, memberikan keteladanan menghargai prestasi kepada siswa-siswi.